Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entrepreneur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2012

Mengenal CEO, CFO, CIO, CTO, CSO, CCO, CKO dan CMO



CEO (Chief Executive Officer)

CEO (Chief Executive Officer) atau disebut juga sebagai Direktur Pelaksana/MD (Managing Director) adalah pejabat perusahaan level atas (eksekutif) atau administrator yang diberi tugas manajemen secara total terhadap suatu organisasi. CEO lebih sering (tapi tidak selalu) juga merupakan pimpinan perusahaan.Seseorang yang ditunjuk sebagai CEO sebuah korporasi, perusahaan, organisasi, atau lembaga biasanya melapor pada Dewan Direktur.

Ada 4 pekerjaan CEO yang membedakannya dengan posisi lain di organisasi.

 Pertama, merumuskan pihak pihak luar yang benar benar berarti bagi organisasi alias ‘the meaningful outside’. Harus ditetapkan mana yang betul-betul berarti, meskipun ada beberapa stakeholder, yang paling dianggap penting adalah konsumen. Jadi kalo ada konflik satu sama lain, penyelesaiannya dengan mengutamakan pihak yang paling penting, yaitu konsumen.

 Kedua, memutuskan mana bidang yang akan digeluti dan mana yang tidak. Tidak semudah yang dibayangkan, banyak CEO yang tidak mampu fokus dan serakah menginginkan terlalu banyak bidang. Contoh: P&G rela melepaskan produk selai kacang ‘Jiff’, karena dianggap tidak sanggup mendongkrak citra P&G sebagai pemain global, karena hanya orang US yang suka selai kacang. P&G juga secara tegas memutuskan untuk fokus pada produk produk laundry, pembalut bayi, perawatan rambut dan wanita saja. Karena secara strategic cocok dengan sasaran dan kompetensi mereka.

 Ketiga, kemampuan menyeimbangkan kepentingan saat ini dan masa depan. Dengan cara menetapkan target pertumbuhan yang realistis namun mantab. Contoh: Lafley, CEO P&G mengkoreksi target pertumbuhan financial ke angka angka yang lebih realistis. Langkah tsb awalnya tidak populer dimata Wall Street, namun Lafley yakin nantinya akan menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Di bidang pengembangan organisasi Lafley bahkan terlibat secara langsung thd rencana karier dari 150 calon pemimpin potensialnya, karena dia percaya bahwa merekalah masa depan dari kelangsungan bisnis P&G.

 Dan Keempat, mempertajam nilai nilai dan standar standar perusahaan. Nilai nilai perusahaan merupakan cerminan identitas kolektif perusahaan. Jika ingin sukses, maka nilai nilai perusahaannya haruslah terhubungkan dengan ‘meaningful outside’ serta relevan untuk saat ini dan masa mendatang. Sementara standar perusahaan merupakan harapan yang ditetapkan organisasi. Dalam sejarahnya, P&G merumuskan ‘trust’ (kepercayaan) sebagai nilai perusahaan.

Peran CEO adalah unik, CEO adalah pimpinan bisnis yang harus mampu menjadi ‘jembatan’ antara dunia luar dan dunia dalam organisasi.

CFO (Chief Financial Officer)

CFO (Chief Financial Officer) terkadang juga merupakan seorang bendahara perusahaan. Bagi banyak perusahaan CFO dilihat sebagai orang penting nomor dua dalam perusahaan (karena dalam mengelola hasil kuartalan sering tergantung pada pemahaman akan pembukuan keuangan). Intinya, CFO adalah pejabat perusahaan yang bertanggung jawab atas keuangan perusahaan.

CIO (Chief Information Officer)

CIO (Chief Information Officer), merupakan jabatan yang relative baru relatif di jajaran ‘top executive’ perusahaan. Bertanggung jawab untuk sistem informasi internal perusahaan, terutama dengan kehadiran internet, terkadang bertanggung jawab atas infrastruktur bisnis elektronik perusahaan.

CTO (Chief Technology Officer)

CTO (Chief Technology Officer), merupakan jabatan pendatang baru lainnya dalam jajaran eksekutif puncak perusahaan. Jabatan ini bisa jadi merupakan dilihat sebagai posisi yang penting kedua atau ketiga khususnya di banyak perusahaan berbasis teknologi. CTO bertanggung jawab untuk penelitian dan pengembangan serta untuk perencanaan produk baru.

CSO (Chief Security Officer)

CSO (Chief Security Officer), bertanggung jawab atas sistem bisnis dan keamanan komunikasi perusahaan.

CCO (Chief Compliance Officer)

CCO (Chief Compliance Officer), bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan dan karyawan telah sesuai dengan kebijakan internal perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku.

CKO (Chief Knowledge Officer)

The CKO (Chief Knowledge Officer) bertanggung jawab untuk manajemen pengetahuan organisasi.

CMO (Chief Marketing Officer)

Seorang Chief Marketing Officer (CMO) adalah seorang eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi. Posisi ini paling sering melapor kepada CEO.

(Berbagai sumber)

Sabtu, 10 Desember 2011

Muhammad Yunus dan Grameen Bank, pencetus Bank 'Wong Cilik''


Sosoknya kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Siapa Muhammad Yunus? Kecuali para akademisi dan aktivis sosial, tidak banyak yang mengenalnya. Namanya mulai terdengar di kalangan lebih luas ketika beliau dan Grameen Bank menerima Hadiah Nobel Perdamaian tanggal 13 Oktober 2006 silam. Terlebih dengan terbitnya buku beliau bulan April 2007 lalu di Indonesia yang berjudul Bank Kaum Miskin: Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan, yang sesungguhnya telah terbit 10 tahun lalu di Perancis dengan judul Vers un monde sans pauvrete. Sejak terbitnya buku ini, nama Muhammad Yunus semakin dikenal.

Dia adalah seorang profesor ekonomi kebanggaan Bangladesh, akademisi sekaligus sebagai praktisi, juga menjadi aktivis kemerdekaan Bangladesh. Muhammad Yunus adalah perintis dan pendiri Grameen Bank, bank yang memberi kredit kepada kaum miskin dan sebagian besar adalah perempuan. Sekarang ini, dengan penerapan, adaptasi, dan modifikasinya di berbagai negara, bank ini telah menjadi lambang keberdayaan kaum miskin di Bangladesh, juga pada lebih dari 100 negara di 5 benua.

Yunus lahir di tengah-tengah keluarga sederhana di kawasan perajin perhiasan, di jantung kawasan niaga lama di Chittagong, kota pelabuhan terbesar di Bangladesh. Ayahnya, Dula Mia, adalah seorang pria muslim yang taat, halus perasaannya namun ketat mengenai jadwal belajar anak-anaknya. Ibunya, Sofia Khatun adalah seorang wanita yang keras dan tegas dalam menegakkan disiplin dalam keluarga. Namun dibalik ketegasannya itu, Sofia Khatun memiliki rasa iba yang tinggi, baik hati dan tak pernah merasa keberatan untuk memberikan uang kepada kerabat miskin yang datang mengunjungi keluarga. Perhatian Sofia Khatun terhadap kaum miskin dan tidak beruntung menjadi pertimbangan yang kuat bagi Yunus untuk memilih ilmu ekonomi dan berminat besar pada perubahan sosial.

Pada umur 21 tahun, yang merupakan tahun kelulusannya di Universitas Chittagong, Muhammad Yunus langsung ditawari sebagai dosen pengajar di almamaternya. Sembari menjadi pengajar, Yunus muda mulai melirik dunia bisnis, belajar dari sang ayah yang menjadi perajin dan pedagang ornamen permata. Pabrik bahan pengepakan dan percetakan denga 100 orang pekerja adalah usaha yang dirintisnya pertama kali, dengan ayahnya sebagai komisaris utama. Usahanya sukses dengan keuntungan tahunan yang menggembirakan.

Tahun 1965, di usianya yang ke-26, Yunus mendapatkan beasiswa Fullbright untuk belajar di University of Colorado dan mendapatkan gelar Ph.D-nya di sana, kemudian mengajar di Middle Tennessee State University. Pada tahun 1971, dari siaran radio, Yunus mengetahui bahwa tentara Pakistan telah bergerak masuk ke wilayah Bangladesh dan memblokir semua oposisi. Sejak itu, Yunus yang di masa kecilnya menyaksikan perjuangan kemerdekaan Pakistan dari India, kemudian menjadi aktivis untuk kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan dan mempunyai peran penting atas kemerdekaan negeri tersebut.

Tahun 1972, Yunus kembali ke Chittagong dan menjadi dekan di fakultas ekonomi Universitas Chittagong. Universitas-universitas di Bangladesh saat itu dibangun sejauh mungkin dari pusat kota atas perintah Marsekal Muda Ayub Khan, presiden Bangladesh, untuk menghindari pembangkangan mahasiswa terhadap pemerintah. Demikian juga Universitas Chitagong yang dibangun di perbukitan tandus dan bersebelahan dengan Jobra, sebuah desa miskin yang kemudian menginspirasi Yunus.

Tahun 1974, Bangladesh mengalami bencana kelaparan. Orang-orang sekurus tengkorak mulai bermunculan di ibukota Dhaka, di stasiun-stasiun kereta api dan di terminal-terminal, dan segera memenuhi ibukota. Begitu parahnya, sehingga ketika mereka duduk terdiam, amat sulit untuk membedakan mereka masih hidup atau sudah mati. Semuanya kelihatan mirip: orang tua terlihat seperti anak-anak, dan anak-anak terlihat seperti orang tua. Merasa tidak bisa tenang dan tidak berbuat apa-apa atas bencana tersebut, Yunus segera bertemu Abu Fazal, seorang pemerhati sosial, untuk membuat seruan kepada seluruh kampus dan tokoh-tokoh nasional untuk melawan kelaparan. Selesai dengan itu, Yunus segera mefokuskan perhatiannya di bidang pangan: pertanian.

Yunus menjalankan sistem bagi hasil yang disebutnya Pertanian Tiga Pihak di desa Jobra. Yunus berandil pada biaya bahan bakar pompa artesis, bibit tanaman unggul, pupuk, insektisida, dan pengetahuan teknis. Pihak kedua buruh tani menyumbangkan tenaganya dan pihak ketiga pemilik lahan. Walaupun sangat sulit meyakinkan semua pihak, dan Yunus sendiri merugi 13.000 taka, program ini berhasil. Untuk pertama kalinya, padi-padi berdiri tegak bagaikan permadani hijau di musim kemarau.

Yunus segera menyadari akan keberadaan pekerja perempuan yang tugasnya mengirik gabah dari batangya. Hanya demi 40 sen dolar, perempuan-perempuan itu memanfatkan bobot tubuh dan gerakan kaki tanpa alas untuk mengirik padi selama 10 jam sehari! Kaum perempuan itu banyak yang janda karena suaminya meninggal, cerai dan ditinggal pergi begitu saja dengan meninggalkan banyak anak. Mereka bahkan terlalu miskin sebagai butuh tani. Program Pertanian Tiga Pihak menyisakan kenyataan bahwa pemilik lahan yang berlahan luas semakin kaya dan kamu buruh yang miskin semakin miskin.

Yunus tidak setuju bahwa orang miskin itu pemalas dan tidak punya keahlian. Dia percaya bahwa orang miskin hanya tidak memiliki kesempatan. Yunus seringkali berjalan-jalan mengelilingi desa dan mencoba untuk lebih dekat dengan kaum miskin desa. Suatu kesempatan dia dia terperanjat atas kenyataan seorang perempuan desa meminjam 5 taka (22 sen dolar) untuk membeli bahan baku membuat bangku dari anyaman bambu dan harus menjualnya kepada rentenir seharga 5 taka 50 poysha. Keuntungannya hanya 50 poysha dan itu setara 2 sen dollar! (coba kita renungi kawan, ini sama halnya menjadikan perempuan itu sebagai budak! Di antara kita pasti tak ada yang merasa kesusahan hanya karena ketiadaan uang senilai 22 sen dollar).

Kemudian Yunus membuat daftar para korban rentenir. Jumlahnya 42 orang dengan total pinjaman 27 dollar dan dikeluarkannya dari kantungnya sendiri untuk membayar 27 dollar ini kepada rentenir. Orang-orang yang dibantu hanya dengan 27 dollar sangat gembira. Dari sinilah lahir ide untuk membuat suatu bank untuk kaum miskin; Bank Grameen (Grameen artinya pedesaan).

Yunus kemudian membicarakan mengenai kredit untuk kaum miskin kepada manajer bank di samping universitas. Usulnya tidak disetujui karena kaum miskin dianggap tidak layak menerima kredit, bahkan keuntungannya pun tidak mampu menutupi biaya administrasi. Yunus mengajukan diri sebagai penjamin kredit. Usulnya disetujui. Suatu hal yang menggembirakan, orang-orang miskin itu membayar pinjamannya tepat waktu. Bagi kaum miskin, kredit itulah menjadi kesempatan untuk mengubah keadaan, dan tidak membayar pinjaman sama halnya untuk tidak mendapat pinjaman selanjutnya. Inilah letak jaminan yang sesungguhnya.

Tahun 1983, Bank Gramenn berhasil berdiri. Penggeraknya adalah mahasiswa-mahasiswi Yunus yang sejak awal telah menjadi sukarelawan. Bagi para mahasiswa-mahasiswi tersebut, menjadi pegawai Bank Grameen adalah menjadi petualang, mereka menjadi biasa jalan berkilo-kilo meter untuk menemui nasabah dan berusaha meyakinkan kaum miskin, khususnya perempuan, untuk meminjam uang dengan bunga yang amat kecil sebagai modal kerja; suatu hal yang sangat baru bagi perempuan Bangladesh saat itu.

 Banyak tantangan yang dilalui sejak Grameen berdiri. Banjir besar yang melanda 1981, 1985, 1987, dan terutama 1988 yang menimbulkan korban 150 ribu jiwa, juga bencana tornado yang melanda distrik Manikganj 1989. Bencana-bencana ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri para peminjam. Untuk itu, para pegawai bank segera manjadi sukarelawan, menyelamatkan orang sebanyak mungkin, menyiapkan tempat perlingdungan, obat, dan makanan. Menyiapkan bibit cadangan untuk ditanam, uang tunai untuk membeli ternak baru dan bentuk pinjaman bencana lainnya.

Pro-kontra mewarnai perkembangan Bank Grameen. Kaum Kiri menuduh Yunus bahwa Grameen konspirasi Amerika untuk menanamkan kapitalisme di antara kaum miskin dan bahwa tujuan riil Grameen adalah menghancurkan setiap harapan bagi sebuah evolusi dengan menghilangkan keputusasaan dan kemaraah kaum melarat. Di Sisi Kanan, ulama konservatif menyatakan bahawa Grameen menghancurkan budaya dan agama.

Hingga pada akhirnya Pemenang Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus akhirnya mengundurkan diri dari Grameen Bank, sepekan setelah Mahkamah Agung menolak gugatannya. Yunus akan mundur dari jabatannya sebagai Managing Director Grameen Bank, dan digantikan oleh wakilnya, Nurjahan Begum.

"Saya mengambil langkah ini tanpa prasangka pada masalah hukum yang diangkat sebelum Mahkamah Agung dan untuk mencegah gangguan yang tak semestinya di Grameen Bank," ujar Yunus dalam rilisnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (13/5/2011).

Yunus, 70 tahun, dicopot oleh Bank Sentral Bangladesh dari jabatannya sebagai pemimpin bank yang fokus pada kredit mikro tersebut pada 2 Maret karena dinilai melebihi usia pensiun 60 tahun. Tapi dia melawan perintah itu dengan mengajukan gugatan yang kemudian ditolak oleh Mahkamah Agung pada 5 Mei.

Pencopotan Yunus merupakan puncak pertikaian dengan pemerintah yang dipimpin Liga Awami. Dia pecah dengan PM Sheikh Hasina di 2007 ketika berusaha membentuk partai baru.

Pemerintah Bangladesh memiliki 25% saham di Grameen yang merintis konsep kredit usaha kecil ke kalangan orang miskin yang kemudian ditiru di seluruh dunia.

Pria yang dianggap sebagai perintis kredit mikro ini berharap pengunduran dirinya akan tidak akan menimbulkan kesulitan bagi kolega dan 8 juta nasabahnya serta pemilik bank.

Pemerintah Bangladesh kini sedang mempelajari sejumlah rekomendasi dari badan investigasi untuk secara radikal merestrukturisasi Grameen Bank dan perusahaan 'saudaranya', termasuk merombak jajaran dewan di Grameen Bank.

"Saya berharap Grameen Bank akan terus beroperasi untuk menjaga independensi dan karakter dan bergerak ke depan meski mendapatkan kesuksesan yang lebih besar," ujar Yunus.

Apapun kontroversi itu, tahun 2006, Grameen telah mengucurkan pinjaman kredit ke hampir 7 juta orang miskin di 73.000 desa Bangladesh, 97 persen adalah kaum perempuan. Grameen memberikan kredit bebas agunan untuk mata pencaharian, perumahan, sekolah, dana pensiun, asuransi, dan usaha mikro untuk keluarga-keluarga miskin. Sejak diperkenalkan 1984, KPR telah dipakai untuk membangun 640.000 rumah. Secara kumulatif, kredit yang diberikan mencapai angka 6 milyar dollar. Tingkat pengembalian 99 persen. Dan yang lebih membanggakan, Grameen sejak 1995 telah mandiri secara finasial dan tidak lagi mengandalkan donor.

Yunus juga menitik beratkan pada pendidikan, dengan 30.000 beasiswa tiap tahunnya. Terdapat kredit perkuliahan dengan 13.000 mahasiswa yang telah menerima kredit tersebut. Beberapa di antaranya telah bergelar Ph.D dan banyak lagi yang menapaki jenjang pendidikan tinggi; menjadi dokter, insinyur, dosen dan profesi-profesi lain.

Grameen telah melampui kredit mikro, Grameen telah mengembangkan sayap ke bidang-bidang lain. Fisheries Foundation yang nir-laba di bidang perikanan, Grameen Uddog (juga nirlaba) sebagai penghubung penenun tradisional terhadap pasar ekspor, kemudian operator telekomunikasi: GrameenPhone (yang untuk mencari laba. Hasil patungan Telenor Norwegia dan Grameen Telecom) dan Grameen Telecom (nir-laba). Yang menarik adalah Grameen Telecom yang membeli airtime dari GrameenPhone, di mana ibu-ibu di desa menjadi ”ibu-ibu ponsel” (telephone lady) dengan menjual jasa yang namanya ”telpon desa berbayar”, hingga menghubungkan desa ke dunia luar dan memenuhi kebutuhan IT bagi penduduk desa.

Yunus dan Grameen Bank bukanlah pilihan yang salah untuk diberikan Hadiah Nobel Perdamaian. Terlepas dari pro-kontra metodenya, Yunus dan Grameen telah membuktikan andil mereka dalam memberantas kemiskinan dan membuka mata seluruh dunia bahwa kemiskinan bukan mustahil untuk dilawan. Kapan giliran orang Indonesia?

Sumber: Bank Kaum Miskin: Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan, 2007,

Kamis, 08 Desember 2011

Milyarder Muda karena Internet ?!


Pendiri Facebook Mark Zuckerberg kini dikenal sebagai sosok miliarder muda, yang memulai debutnya di usia 19 tahun. dia memulai membuat Facebook dari asrama Harvard pada 2004 dan saat ini berusia 26 tahun. Ia juga menjadi filantropis yang menyumbangkan US$ 10 juta untuk sekolah distrik Newark NJ.
Sosok Zuckerberg yang masih muda memberi kisah yang insipiratif bagi banyak orang. di luar Zuckerberg, sesungguhnya beberapa perguruan tinggi juga telah mencetak miliarder muda setiap tahunnya.

Namun, menjadi miliarder muda tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Seperti dikutip VIVANews dari Kiplinger.com, menjadi pengusaha di usia muda membutuhkan visi, kecerdasan, tekad kuat, dan sedikit keberuntungan. Berikut ini kisah para pengusaha yang memulai kariernya di bawah 25 tahun.

1. Michael Dell, Pendiri dan CEO Dell Computers.
Ia memulai debutnya pada usia 19 tahun. Dell meluncurkan komputernya pada 1984 tepat sebelum putus kuliah dari University of Texas. Melalui penjualan langsung, Dell menjual komputer dengan harga lebih murah sehingga mendapatkan banyak pelanggan. Pada usia ke 24, perusahaannya meraup pendapatan US$ 258 juta. diperkirakan kekayaan terakhirnya sebesar US$ 13,5 miliar. Saat ini ia berusia 45 tahun.
Ia berpesan kepada pengusaha muda yang akan merintis usaha, "Anda harus bergairah dengan usaha itu. Lakukan yang benar-benar anda cintai dan membuat anda bersemangat," ujarnya ketika diwawancarai dengan Academy of Achievement.
 2. Catherin Cook
Ia adalah pendiri myyearbook.com yang memulai bisnis pada usia 18 tahun. Pada 2005, Catherine dan adiknya mendirikan situs jejaring sosial yang berfungsi seperti buku tahunan digital. Isinya, berupa gambar teman, juga mata uang virtual yang sering disebut "lunch money". Saat ini ia memiliki 20 juta anggota dan merupakan salah satu dari 25 situs web yang paling populer di AS. Saat ini ia berusia 20 tahun.
Kunci yang ia pegang yaitu,"Berhenti berpikir mengenai suatu hal, namun buatlah hal itu terjadi."
Menurutnya, masa-masa di usia muda adalah waktu terbaik untuk memulai bisnis sendiri. Sebab, pada saat masih muda, anda tidak mempunyai tanggung jawab seperti halnya saat anda tua. "Seandainya anda gagal sekarang, setidaknya anda telah mempunyai pengalaman pertama yang membuat anda sukses berikutnya," ujarnya.

3. Sean Belnick, pendiri BizChair.com.
Ia mulai mendirikan situsnya sejak usia 16 tahun. Belnick menjual perabot bisnis online selama hampir satu dekade. Namun ia baru lulus dari Sekolah Bisnis Goizueta Univeritas Emory.
Menurutnya untuk memulai sesuatu, tidak ada kata terlalu dini. Ketika berumur 14 tahun, ia menemukan banyak info di internet. "Lakukan penelitian dan temukan cara untuk melakukan apa yang ingin anda lakukan," itu sarannya.

4. Juliette Brindak, pendiri/CEO MissOandFriends.com.
Perempuan yang saat ini berusia 21 tahun ini memulai usahanya pada usia 19 tahun. Meski tak mau membocorkan berapa kekayaannya pada saat menjadi jutawan, namun nilai perusahaannya mencapai US$15 juta ketika ia masih berusia 19 tahun.
Pada umur 10 tahun, Brindak memulai dengan melukis kartun seorang gadis yang "keren" dan menjadi bintang di situs komunitas remaja pada 2005.
 Ia mempuyai saran: Carilah tim solid untuk mendukung ide anda."Jika seseorang mulai meragukan perusahaan anda, serta apa yang anda lakukan, anda harus singkirkan mereka". Wow!

Senin, 05 Desember 2011

Para Internet Entrepreneur Indonesia


Internet sudah menjadi salah satu media pemasaran yang paling menjanjikan. Itulah sebabnya, semakin banyak orang yang menjadikan internet sebagai basis kegiatan mereka. Baik untuk meraih keuntungan, atau juga sekedar untuk mengembangkan bakat serta kemampuan sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain.

Di Indonesia sendiri, kecenderungan penggunaaan internet sebagai media berusaha mulai berkembang. Hal ini bisa dilihat dari beberapa orang yang mampu meraih kesuksesan mengembangkan kegiatan mereka berbasis internet. Ada 10 orang Indonesia yang dianggap mampu menjadi ikon kesuksesan berbisnis melalui internet. Mereka adalah :

  1. Hendrik Tio
    Hendrik adalah pemilik sekaligus pendiri toko online terbesar di Indonesia yaitu Bhinneka.com. Berdiri sejak tahun 1999, kini toko tersebut sudah mampu meraup omset hingga 60 miliar setahunnya. Sebuah angka yang fantastis terutama jika melihat modal awal yang dikeluarkannya hanya senilai Rp. 100 juta.
  1. Andrew Darwis
    Andrew Darwis adalah pelopor berdirinya situs komunitas terbesar di Indonesia, yaitu kaskus.com. Dalam situs ini, menyediakan ruang bagi seluruh pengguna internet untuk berdiskusi hingga bertransaksi bisnis.
  1. Habibie Afsyah
    Habibie adalah seorang tokoh bisnis online yang memiliki kekurangan pada bagian kakinya. Namun dengan kekurangan tersebut, menjadi sebuah semangat untuk menekuni dunia bisnis online dengan memanfaatkan situs Amazon.com. Kini Habibie selain menjadi tokoh bisnis online, juga sudah berperan sebagai trainer di Eprofitmatrix dan juga menerbitkan buku.
  1. Anne Ahira
    Perempuan kelahiran Bandung tahun 1979 ini memulai bisnis online sejak tahun 2001. pada tahun 2007, Indonesia memintanya untuk berbicara di APEC sebagai wakil Indonesia. Tahun 2005, Anne Ahira mendirikan sebuah sekolah Internet Marketing secara online. Pada tahun 2010, mendirikan sebuah situs yang berisi kumpulan artikel AnneAhira.com. Namun, sejak tahun 2011, situs ini mengalami kesulitan pendanaan sehingga tidak memunculkan artikel-artikel baru lagi.
  1. Rahmad Saputra
    Rahmad Saputra memulai usahanya di bidang pelatihan dan seminar mengenai internet marketing. Saat ini usahanya sudah mampu meraih banyak klien yang menginginkan informasi dan konsep internet marketing darinya.
  1. Aulia Halimatussadiah
    Wanita kelahiran 17 Juni 1983 ini, memiliki profesi sebagai penulis. Itulah sebabnya, dia berkeinginan mendirikan sebuah bisnis yang tidak jauh dari hoby dan ketrampilan yang digelutinya. Pilihannya dijatuhkan dengan mendirikan sebuah toko buku online yaitu kutukutbuku.com dan juga publisher on demand pada nulisbuku.com,

  1. Rudi Salim
    Bisnis game online membawanya meraih keberuntungan. Meski pun pada awal dirinya terjun ke bisnis online berawal dari usaha pembiayaan traksaksi penjuaalan online. Namun kini, usahanya sudah berjalan hingga memiliki delapan cabang di delapan kota. Selain itu, omsetnya sudah mencapai Rp. 1,3 Miliar sebulan. Semua itu diraih dengan mengorbankan kuliahnya serta menjual mobil dan sebuah usaha karaoke milik keluarga.
  1. Arrival Dwi Santoso
    Dalam dunia internet, nama Arrival melejit sejak menemukan sebuah perangkat antivirus yang sudah diakui kehebatannya. Padahal, usianya masih terbilang anak-anak pada saat menciptakan perangkat antivirus tersebut. Antivirus ciptaannya tersebut ditemukan saat dirinya duduk di bangku kelas 2 SMP pada tahun 2009 lalu.
  1. Zainuddin Nafarin
    Sebagian besar pengguna komputer pernah mengenal antivirus Smadav. Namun, belum tentu mereka tahu siapa penciptanya. dialah Zainuddin Nafarin, seorang mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Anti virus ciptaanya tersebut diberi nama Smadav untuk mengenang sekolahnya, yaitu SMA 2 Palangkaraya.
  1. Budiono Darsono
    Hampir setiap hari kita membuka situs detik.com untuk melihat berita terkini. Namun kita belum tentu mengenal siapa yang berada di balik kisah sukses pendirian situs berita online pertama di Indonesia tersebut. dialah Budiono Darsono. Idenya mendirikan detik.com ini berawal ketika majalah Detik harus dibredel di era Orde Baru karena dianggap berlawanan dengan pemerintah. Media internet kala itu belum memiliki banyak regulasi sehingga lebih mampu memuat berita yang bersifat kritis sekalipun kepada pemerintah.

Kamis, 01 Desember 2011

How to be A Great Entrepreuner


By: Prof. Nordsovik, Ph.D
Sampoerna School of Business
 A Great Entrepreneur need this 4 ingredients!

1.       Complex Thinking
Seorang entrepreneur harus punya pemikiran yang bagus untuk memahami pola dalam ekonomi, pasar, dan organisasi.

2.       Tenacity
Selalu belajar dari kegagalan dan tidak berkecil hati. Entrepreneur tidak Optimis, mereka Realistis dan Gigih. THE DON’T GIVE UP!

3.       High Moral Character
Entrepreneur membuat rencana dan janji serta berusaha selalu menepatinya. Mereka harus bertanggung jawab terhadap pelanggan, karyawan, investor maupun supplier  terhadap janji yang mereka buat. Moral Character is the foundation of Entrepreunership!

4.       Socially Connected
Bisnis diciptakan melalui kerja keras, ilmu dan modal. Para entrepreneur membutuhkan semua itu dari teman, kolega dan keluara. Mereka bergantung pada keluarga dan teman-teman atas keberhasilan mereka meraih mimpi.

So… cari teman yang banyak dan lekas berkeluarga (???)

Gogirl.