Tampilkan postingan dengan label pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemasaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2011

Ketika Marketing 3.0, Tiba!


Saat ini kita hidup di dunia yang baru di mana krisis dan chaos menjadi ‘menu makanan’ sehari-hari. Lingkungan bisnis semakin complex, penuh dengan kekacauan.
Di kurun waktu sepuluh tahun terakhir, kita sudah melihat betapa hebatnya badai-badai dan kekacauan yang terjadi di lingkungan bisnis mulai dari krisis ekonomi di Asia, meledaknya balon dot-com, skandal pelaporan keuangan (contoh Enron dan Worldcom), gerakan teroris, gerakan anti-globalisasi, perubahan iklim, krisis energi, krisis pangan, skandal investasi, sampai resesi perekonomian global tahun 2008.

Di tengah berbagai macam badai dan munculnya Scumbag Millionaire mulai dari Jeffrey Skilling (Enron) sampai Bernard Madoff yang telah menghasilkan 50 triliun dollar AS dari investasi berskema Ponzi (atau skema piramid), langkah bisnis perusahaan terus menjadi sorotan publik. Tingkat kepercayaan diri di internal perusahaan terus menurun. Tingkat kepercayaan publik terhadap perusahaan juga terus menurun. Dan celakanya lagi, teknologi new-wave yang memperluas jaringan media informasi, menjadikan dunia semakin transparan, sehingga sudah semakin susah bagi perusahaan untuk memutup aib dirinya.

Publik membutuhkan aktivitas dan proses bisnis yang didasari oleh prinsip dan nilai-nilai yang lebih etis dan fair. Kini tidak cukup lagi bagi perusahaan untuk searching for excellence, karena di tengah perubahan lanskap seperti sekarang yang menjadi keharusan adalah searching for meaning.
Di tengah badai-badai krisis dan jatuhnya reputasi perusahaan, sudah saatnya bagi pemasar adalah meninjau ulang dan menjual nilai-nilai, prinsip, dan karakter yang dimiliki dan dijunjung-tinggi, agar dapat tampil stand-out dan terus berupaya senantiasa meninggalkan warisan bagi masyarakat.

Marketing 3.0

Di era sekarang, pemasaran saat ini tidak hanya diterjemahkan dalam pengertian positioning, diferensiasi dan merek yang dibungkus dalam identitas merek, integritas merek, dan menghasilkan citra merek. Dunia pemasaran perlu menunjukkan nilai-nilai (spiritual) dalam pemasaran.
Nilai-nilai yang ditebarkan itu diyakini tidak hanya mendongkrak profit tetapi juga menjamin kelanggenan dan penguatan karakter brand, sekaligus membentuk diferensiasi yang tidak tertandingi.

Di dalam buku ”Marketing 3.0: Values-Driven Marketing” Philip Kotler dan saya mengatakan, perusahaan seharusnya tidak hanya memasarkan produk dengan manfaat fungsional ataupun manfaat emosional, melainkan harus pula menonjolkan manfaat spiritual.

Pendekatan pemasaran berbasis nilai ini diyakini akan memperoleh hasil yang berbeda. Karena perusahaan atau pemilik merek tidak sekadar memberikan kepuasan atau mengincar profitabilitas, melainkan memiliki compassion, dan keberlanjutan. Model bisnis yang menyeimbangkan pencetakan profit dan tanggung jawab sosial seperti itu sungguh didambakan oleh banyak pemain bisnis.

Kita tahu bahwa, perjalanan waktu telah membuat model pemasaran berubah, dari Marketing 1.0 ke Marketing 2.0 - dari product centric ke customer-centric era. Dan sekarang marketing telah mentransformasi diri ke dalam human-centric era. Itulah yang dikatakan sebagai Marketing 3.0.
   Perbandingan Antara Marketing 1.0, 2.0, dan 3.0
Marketing 1.0 mengandalkan rational intelligent: Produk bagus, harga terjangkau. Konsumen memilih produk berdasarkan tinggi-rendahnya harga yang ditawarkan produsen. Pada level ini konsumen sangat mudah berpindah.

Marketing 2.0 berbasiskan emotional intelligent: Sentuhlah hati customer. Meski suatu produk lebih mahal dibanding yang lain, tapi tetap dipilih konsumen, sebab ia sudah memiliki ikatan emosional dengan produknya.

Marketing 3.0 berdasarkan spiritual intelligent: Lakukan semua dengan Nilai-Nilai Universal seperti kasih dan ketulusan maka profit akan datang. Pada tahap ini, merek telah menjadi “reason for being.” Karena merek itu maka si konsumen diakui keberadaannya.

Values-driven marketing adalah model untuk Marketing 3.0, yang melekatkan nilai-nilai pada misi dan visi perusahaan. Gagasan ini akan memperbaiki persepsi publik terhadap marketing dan membimbing perusahaan dan pemasar untuk menginkorporasikan visi yang lebih manusiawi dalam memilih tujuan mereka.

Marketing 3.0 ini akan terlihat dari seberapa dalam hubungan hubungan produsen dengan konsumen atau stakeholder-nya. Wujud spiritualisme adalah bagaimana mencintai jejaring stateholder bisnis kita dengan modal dan menjunjung tinggi kejujuran. Jika sudah sampai tahap spiritual sedemikian itu, hubungan antara perusahaan dengan siapapun yang berkepentingan, apakah itu konsumen, karyawan, supplier, akan langgeng terus.

Marketing 3.0 inilah yang merupakan cikal bakal pemikiran bahwa pada akhirnya marketing menjadi horisontal, di mana sisi humanisme si pemasar membuat pasar menjadi datar. Artinya, tidak ada perbedaan status antara Marketer dan Customer. Marketer dan Customer sama rata. Marketer sudah berbaur dengan Customer-nya.

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber.Kompas.

Kamis, 08 Desember 2011

Peluang Bisnis dengan Blog




  1. Iklan. Ini mungkin yang paling umum dilakukan orang. Dan tidak sedikit juga blogger Indonesia yang sudah mendapat jutaan rupiah per bulannya. Program iklan yang paling banyak dipakai seperti Google Adsense, WidgetBucks, dan Text Link Ads.
  2. Affiliate Program. Banyak sekali affiliate program yang bisa anda ikuti. Misalnya seperti Master Kaya yang saya kelola yang sudah membantu ribuan orang lepas dari kemelaratan. Atau affiliate program luar negeri yang cukup bagus seperti Clickbank, Linkshare, Commission Junction, dan Amazon.
  3. Iklan langsung. Anda pun punya kesempatan menambah pundi-pundi uang lewat iklan secara langsung. Maksudnya, perusahaan atau lembaga yang tertarik berpromosi lewat blog anda, bisa langsung memasang iklan tanpa perantara. Anda pun bisa jemput bola dengan menawarkannya kepada mereka. Tapi tentu mereka tak mau asal pasang iklan. Tetap juga dilihat apakah blog anda trafficnya tinggi, pengunjung blog anda sesuai dengan target market perusahaan, dan citra blog anda tidak menganggu citra perusahaan.
  4. Blog network. Bergabung dengan blog network bisa menambah pemasukan anda. Biasanya blog network yang anda ikuti juga akan membagikan penghasilan dari iklan yang diperoleh.
  5. Menjual Blog. Anda bisa buat blog dengan tujuan untuk dijual kembali. Jika blog anda trafficnya tinggi, biasanya banyak yang tertarik membeli. Di luar negeri, hal ini sudah biasa terjadi. Jadi anda tinggal buat blog, kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Lalu anda tinggal buat blog baru untuk dikembangkan lagi dan dijual lagi.
  6. Jual merchandise. Jika blog anda sudah memiliki banyak penggemar, anda bisa meraup lebih banyak uang dengan menjual merchandise bertuliskan blog anda. Misal bentuknya berupa kaos, mug, atau kalender.
  7. Konsultan Blog. Anda bisa menjadi konsultan bagi orang-orang yang berniat membuat blog. Anda bisa pasang tarif untuk setiap konsultasi. Di luar negeri, profesi konsultan blog ini sudah berkembang pesat. Dan di negeri kita, profesi ini sudah mulai menggeliat. Dengan mulai tumbuhnya blog korporat, Anda pun bisa menyasar perusahaan-perusahan sebagai calon klien anda.
  8. Seminar. Anda bisa buat seminar tentang dunia blog. Atau temanya spesifik seperti blog yang anda punya. Ini salah satu cara untuk meraup lebih banyak lagi uang masuk ke kantong anda.
  9. Bisnis Menulis Blog. Karena isi blog terutama tulisan, ini juga bisa anda jadikan peluang sumber penghasilan. Anda bisa tawarkan diri untuk mengisi blog-blog orang lain.
  10. Menulis di media massa. Bukan hanya menulis di blog sendiri atau blog orang lain, anda pun bisa menulis di media konvensional seperti koran atau majalah. Anda bisa cantumkan profesi sebagai blogger. Anda juga bisa membuat buku tentang dunia blog atau tema lainnya. Selain aliran uang makin deras, nama anda juga akan makin berkibar.

Senin, 05 Desember 2011

Para Internet Entrepreneur Indonesia


Internet sudah menjadi salah satu media pemasaran yang paling menjanjikan. Itulah sebabnya, semakin banyak orang yang menjadikan internet sebagai basis kegiatan mereka. Baik untuk meraih keuntungan, atau juga sekedar untuk mengembangkan bakat serta kemampuan sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain.

Di Indonesia sendiri, kecenderungan penggunaaan internet sebagai media berusaha mulai berkembang. Hal ini bisa dilihat dari beberapa orang yang mampu meraih kesuksesan mengembangkan kegiatan mereka berbasis internet. Ada 10 orang Indonesia yang dianggap mampu menjadi ikon kesuksesan berbisnis melalui internet. Mereka adalah :

  1. Hendrik Tio
    Hendrik adalah pemilik sekaligus pendiri toko online terbesar di Indonesia yaitu Bhinneka.com. Berdiri sejak tahun 1999, kini toko tersebut sudah mampu meraup omset hingga 60 miliar setahunnya. Sebuah angka yang fantastis terutama jika melihat modal awal yang dikeluarkannya hanya senilai Rp. 100 juta.
  1. Andrew Darwis
    Andrew Darwis adalah pelopor berdirinya situs komunitas terbesar di Indonesia, yaitu kaskus.com. Dalam situs ini, menyediakan ruang bagi seluruh pengguna internet untuk berdiskusi hingga bertransaksi bisnis.
  1. Habibie Afsyah
    Habibie adalah seorang tokoh bisnis online yang memiliki kekurangan pada bagian kakinya. Namun dengan kekurangan tersebut, menjadi sebuah semangat untuk menekuni dunia bisnis online dengan memanfaatkan situs Amazon.com. Kini Habibie selain menjadi tokoh bisnis online, juga sudah berperan sebagai trainer di Eprofitmatrix dan juga menerbitkan buku.
  1. Anne Ahira
    Perempuan kelahiran Bandung tahun 1979 ini memulai bisnis online sejak tahun 2001. pada tahun 2007, Indonesia memintanya untuk berbicara di APEC sebagai wakil Indonesia. Tahun 2005, Anne Ahira mendirikan sebuah sekolah Internet Marketing secara online. Pada tahun 2010, mendirikan sebuah situs yang berisi kumpulan artikel AnneAhira.com. Namun, sejak tahun 2011, situs ini mengalami kesulitan pendanaan sehingga tidak memunculkan artikel-artikel baru lagi.
  1. Rahmad Saputra
    Rahmad Saputra memulai usahanya di bidang pelatihan dan seminar mengenai internet marketing. Saat ini usahanya sudah mampu meraih banyak klien yang menginginkan informasi dan konsep internet marketing darinya.
  1. Aulia Halimatussadiah
    Wanita kelahiran 17 Juni 1983 ini, memiliki profesi sebagai penulis. Itulah sebabnya, dia berkeinginan mendirikan sebuah bisnis yang tidak jauh dari hoby dan ketrampilan yang digelutinya. Pilihannya dijatuhkan dengan mendirikan sebuah toko buku online yaitu kutukutbuku.com dan juga publisher on demand pada nulisbuku.com,

  1. Rudi Salim
    Bisnis game online membawanya meraih keberuntungan. Meski pun pada awal dirinya terjun ke bisnis online berawal dari usaha pembiayaan traksaksi penjuaalan online. Namun kini, usahanya sudah berjalan hingga memiliki delapan cabang di delapan kota. Selain itu, omsetnya sudah mencapai Rp. 1,3 Miliar sebulan. Semua itu diraih dengan mengorbankan kuliahnya serta menjual mobil dan sebuah usaha karaoke milik keluarga.
  1. Arrival Dwi Santoso
    Dalam dunia internet, nama Arrival melejit sejak menemukan sebuah perangkat antivirus yang sudah diakui kehebatannya. Padahal, usianya masih terbilang anak-anak pada saat menciptakan perangkat antivirus tersebut. Antivirus ciptaannya tersebut ditemukan saat dirinya duduk di bangku kelas 2 SMP pada tahun 2009 lalu.
  1. Zainuddin Nafarin
    Sebagian besar pengguna komputer pernah mengenal antivirus Smadav. Namun, belum tentu mereka tahu siapa penciptanya. dialah Zainuddin Nafarin, seorang mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Anti virus ciptaanya tersebut diberi nama Smadav untuk mengenang sekolahnya, yaitu SMA 2 Palangkaraya.
  1. Budiono Darsono
    Hampir setiap hari kita membuka situs detik.com untuk melihat berita terkini. Namun kita belum tentu mengenal siapa yang berada di balik kisah sukses pendirian situs berita online pertama di Indonesia tersebut. dialah Budiono Darsono. Idenya mendirikan detik.com ini berawal ketika majalah Detik harus dibredel di era Orde Baru karena dianggap berlawanan dengan pemerintah. Media internet kala itu belum memiliki banyak regulasi sehingga lebih mampu memuat berita yang bersifat kritis sekalipun kepada pemerintah.

Selasa, 29 November 2011

Tips Pemasaran Gerilya Untuk Bisnis Kecil


Pemasaran gerilya adalah istilah yang konon diciptakan oleh Jay Conrad Levinson dalam bukunya, "Guerrilla Marketing" yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1983. Melakukan strategi pemasaran gerilya konvensional, nventif, merupakan taktik untuk mempromosikan dan memasarkan produk serta jasa dengan biaya minimal dan imbalan yang maksimum. Agar usaha kecil mampu berjuang untuk bertahan hidup di masa-masa ekonomi yang sulit, dan dengan beban tambahan anggaran pemasaran yang ketat, pemasaran gerilya dapat menjadi cara yang murah untuk membuat orang ‘berbicara’ tentang perusahaan Anda, ‘menarik’ orang ke toko Anda, atau setidaknya menuliskan nomor  telepon dan alamat website Anda . Dibawah ini ditawarkan  beberapa cara untuk mendapatkan perhatian. Biarkan pikiran Anda mengembara  secara kreatif dan menggunakan daftar ini untuk merangsang ide-ide tambahan sebagai alat pemasaran.

  1. Melalui T-Shirt
Ini adalah salah satu alat gerilya tertua dan paling sukses pemasaran. Jika Anda membeli setengah lusin T-shirt atau lebih dicetak dengan nama perusahaan Anda, Anda memiliki peluang bagus untuk membawa bisnis Anda. Meski dalam huruf kecil, tapi terlihat, Anda dapat menyertakan nomor telepon, alamat jalan dan alamat website. Kenakan satu kemeja diri sendiri dan berikan pada yang lain untuk orang-orang yang di sekitar lingkungan Anda sebagai cara membuat iklan berjalan untuk perusahaan Anda.

  1. Tag Mobil Anda atau Motor
Apa yang Anda lakukan untuk T-shirt Anda dapat berlaku juga pada mobil, motor, bahkan sepeda anda. Cat atau stensil logo perusahaan Anda dan informasi lainnya pada kendaraan Anda sama hal nya dengan memiliki sebuah billboard bepergian.

  1. Selebaran di Tempat Strategis
Cari printer murah, cari lokasi-lokasi terjangkau yang strategis untuk menitipkan selebaran-selebaran anda. Di Toko Buku, Bengkel, Perpustakaan setempat, Salon, Restoran, dsb. Pastikan untuk mendapatkan izin sebelum meninggalkan selebaran.

  1. Flyer Swap
Buatlah kesepakatan dengan pedagang lain di lingkungan Anda atau kota untuk menyediakan tempat untuk brosur mereka jika mereka melakukan hal yang sama untuk Anda. Anda mungkin bisa mendapatkan eksposur untuk bisnis Anda di lain lokasi bisnis. Sebuah bersih kering mungkin memiliki brosur untuk restoran dan sebaliknya. Sebuah toko pakaian mungkin tempat yang baik untuk brosur agen perjalanan dan sebaliknya.

  1. Proyek Slide Anda
Memiliki slide yang dibuat yang mencakup logo Anda, nama perusahaan, nomor telepon dan alamat. Menambahkan salinan singkat tentang apa produk atau jasa yang Anda tawarkan melalui internet. Lalu lakukan hal yang sama di lokasi lainnya. Ubah lokasi sering, tetapi mencari situs di mana kebanyakan orang dapat melihatnya.

  1. Bergabung dengan Grup yang sesuai
Gabung dengan kelompok lain yang tepat untuk memulai jaringan produktif  dan menarik pelanggan potensial, vendor dan konsultan. Anda akan menemukan beragam orang dan Anda akan dapat saling membantu, tidak hanya sebagai pelanggan bersama, tetapi sebagai penasihat juga.

  1. Masukan Sticky Notes
Tuliskan pesan penjualan Anda di Post-It catatan dan paste di mana-mana orang akan melihat mereka. Kamar mandi tidak terlarang - ingat, ini adalah pemasaran gerilya. Mintalah seorang anggota dari lawan jenis untuk memposting catatan dalam kamar mandi ditargetkan pada bioskop dan restoran. Anda juga dapat meletakkan catatan Post-It di kamar pas atau di toko-toko pakaian. Berani??

  1. Undang Orang untuk ‘Datang’ dan ‘Complain’ atau Memberi Saran’
Tempatkan beberapa poster di lingkungan Anda mengumumkan "Datang, Complain atau Sarankan." pada pendirian bisnis Anda. Idenya adalah untuk menarik lalu lintas suara, mendengarkan apa yang pelanggan Anda sukai dan inginkan, dan untuk menarik pelanggan potensial. Anda juga mungkin menawarkan beberapa hadiah, gratis murah sebagai insentif. Keluhan dan saran dapat ditulis atau diucapkan. Ketika Anda mendapatkan keluhan, pastikan Anda berjanji untuk menyelesaikan kegundahan mereka. Ketika Anda mendapatkan saran yang baik, berjanji lah untuk menggunakannya.

Intinya:
Pemasaran gerilya adalah pemasaran yang efektif dan murah. Daftar ide di atas mencakup beberapa taktik sukses yang sering digunakan berdasarkan penelitian di Internet. Ada puluhan ide lain yang dapat digunakan dengantingkat keberhasilan yang sama. Jika Anda sedang mempertimbangkan kampanye pemasaran gerilya, berani, inventif, maka  jangan terkejut jika usaha Anda sudah berhasil.

Kamis, 24 November 2011

Langkah Sebelum Berbisnis Online


Mulai merencanakan e-bisnis bisa menjadi sebuah kesenangan dan sesuatu yang menarik bagi sebagian besar orang,

Ada 3 langkah yang perlu dilakukan sebelum memulai menyusun rencana. Hal ini untuk memastikan agar kita tahu tujuan kita, sejauh mana komitmen pada bisnis yang akan dijalankan dan terakhir kita perlu mengevaluasi diri sendiri. Kita mulai dengan menentukan tujuan kita.


1. Menentukan Tujuan:
Hal ini sang at penting untuk memahami tujuan bisnis kita dan harapan sebelum men-set up toko online kita. Dan bagaimana memasarkan bisnis kita di internet. Kita perlu tahu kepada siapa kita akan menjual produk tersebut, kalau kita tidak mengetahui pangsa pasar maka dipastikan tidak akan ada yang berkunjung ke website kita.

2. Komitmen:
Men-set up toko online atau website memerlukan komitmen yang tinggi dari diri sendiri plus financial. Kita harus tahu pasar toko online yang kita buat, kalau tidak maka kita hanya akan menghambur-hamburkan uang dan waktu tanpa mendapatkan apa yang diharapkan. Mengetahui pangsa pasar, menambah wawasan, dan belajar lebih banyak lagi adalah hal yang sang at penting untuk meningkatkan komitmen dalam bisnis online.

3. Evaluasi Diri sendiri:
Mengevaluasi diri adalah langkah penting karena kita perlu memutuskan sejauh mana komitmen kita men-set up toko online. Memerlukan waktu cukup panjang untuk menghasilkan sebuah website online yang professional, tetapi yang lebih penting adalah kita harus rajin mempromosikan website kita. Kalau tidak maka kita akan terlibas oleh persaingan di dunia internet.