Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2011

Muhammad Yunus dan Grameen Bank, pencetus Bank 'Wong Cilik''


Sosoknya kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Siapa Muhammad Yunus? Kecuali para akademisi dan aktivis sosial, tidak banyak yang mengenalnya. Namanya mulai terdengar di kalangan lebih luas ketika beliau dan Grameen Bank menerima Hadiah Nobel Perdamaian tanggal 13 Oktober 2006 silam. Terlebih dengan terbitnya buku beliau bulan April 2007 lalu di Indonesia yang berjudul Bank Kaum Miskin: Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan, yang sesungguhnya telah terbit 10 tahun lalu di Perancis dengan judul Vers un monde sans pauvrete. Sejak terbitnya buku ini, nama Muhammad Yunus semakin dikenal.

Dia adalah seorang profesor ekonomi kebanggaan Bangladesh, akademisi sekaligus sebagai praktisi, juga menjadi aktivis kemerdekaan Bangladesh. Muhammad Yunus adalah perintis dan pendiri Grameen Bank, bank yang memberi kredit kepada kaum miskin dan sebagian besar adalah perempuan. Sekarang ini, dengan penerapan, adaptasi, dan modifikasinya di berbagai negara, bank ini telah menjadi lambang keberdayaan kaum miskin di Bangladesh, juga pada lebih dari 100 negara di 5 benua.

Yunus lahir di tengah-tengah keluarga sederhana di kawasan perajin perhiasan, di jantung kawasan niaga lama di Chittagong, kota pelabuhan terbesar di Bangladesh. Ayahnya, Dula Mia, adalah seorang pria muslim yang taat, halus perasaannya namun ketat mengenai jadwal belajar anak-anaknya. Ibunya, Sofia Khatun adalah seorang wanita yang keras dan tegas dalam menegakkan disiplin dalam keluarga. Namun dibalik ketegasannya itu, Sofia Khatun memiliki rasa iba yang tinggi, baik hati dan tak pernah merasa keberatan untuk memberikan uang kepada kerabat miskin yang datang mengunjungi keluarga. Perhatian Sofia Khatun terhadap kaum miskin dan tidak beruntung menjadi pertimbangan yang kuat bagi Yunus untuk memilih ilmu ekonomi dan berminat besar pada perubahan sosial.

Pada umur 21 tahun, yang merupakan tahun kelulusannya di Universitas Chittagong, Muhammad Yunus langsung ditawari sebagai dosen pengajar di almamaternya. Sembari menjadi pengajar, Yunus muda mulai melirik dunia bisnis, belajar dari sang ayah yang menjadi perajin dan pedagang ornamen permata. Pabrik bahan pengepakan dan percetakan denga 100 orang pekerja adalah usaha yang dirintisnya pertama kali, dengan ayahnya sebagai komisaris utama. Usahanya sukses dengan keuntungan tahunan yang menggembirakan.

Tahun 1965, di usianya yang ke-26, Yunus mendapatkan beasiswa Fullbright untuk belajar di University of Colorado dan mendapatkan gelar Ph.D-nya di sana, kemudian mengajar di Middle Tennessee State University. Pada tahun 1971, dari siaran radio, Yunus mengetahui bahwa tentara Pakistan telah bergerak masuk ke wilayah Bangladesh dan memblokir semua oposisi. Sejak itu, Yunus yang di masa kecilnya menyaksikan perjuangan kemerdekaan Pakistan dari India, kemudian menjadi aktivis untuk kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan dan mempunyai peran penting atas kemerdekaan negeri tersebut.

Tahun 1972, Yunus kembali ke Chittagong dan menjadi dekan di fakultas ekonomi Universitas Chittagong. Universitas-universitas di Bangladesh saat itu dibangun sejauh mungkin dari pusat kota atas perintah Marsekal Muda Ayub Khan, presiden Bangladesh, untuk menghindari pembangkangan mahasiswa terhadap pemerintah. Demikian juga Universitas Chitagong yang dibangun di perbukitan tandus dan bersebelahan dengan Jobra, sebuah desa miskin yang kemudian menginspirasi Yunus.

Tahun 1974, Bangladesh mengalami bencana kelaparan. Orang-orang sekurus tengkorak mulai bermunculan di ibukota Dhaka, di stasiun-stasiun kereta api dan di terminal-terminal, dan segera memenuhi ibukota. Begitu parahnya, sehingga ketika mereka duduk terdiam, amat sulit untuk membedakan mereka masih hidup atau sudah mati. Semuanya kelihatan mirip: orang tua terlihat seperti anak-anak, dan anak-anak terlihat seperti orang tua. Merasa tidak bisa tenang dan tidak berbuat apa-apa atas bencana tersebut, Yunus segera bertemu Abu Fazal, seorang pemerhati sosial, untuk membuat seruan kepada seluruh kampus dan tokoh-tokoh nasional untuk melawan kelaparan. Selesai dengan itu, Yunus segera mefokuskan perhatiannya di bidang pangan: pertanian.

Yunus menjalankan sistem bagi hasil yang disebutnya Pertanian Tiga Pihak di desa Jobra. Yunus berandil pada biaya bahan bakar pompa artesis, bibit tanaman unggul, pupuk, insektisida, dan pengetahuan teknis. Pihak kedua buruh tani menyumbangkan tenaganya dan pihak ketiga pemilik lahan. Walaupun sangat sulit meyakinkan semua pihak, dan Yunus sendiri merugi 13.000 taka, program ini berhasil. Untuk pertama kalinya, padi-padi berdiri tegak bagaikan permadani hijau di musim kemarau.

Yunus segera menyadari akan keberadaan pekerja perempuan yang tugasnya mengirik gabah dari batangya. Hanya demi 40 sen dolar, perempuan-perempuan itu memanfatkan bobot tubuh dan gerakan kaki tanpa alas untuk mengirik padi selama 10 jam sehari! Kaum perempuan itu banyak yang janda karena suaminya meninggal, cerai dan ditinggal pergi begitu saja dengan meninggalkan banyak anak. Mereka bahkan terlalu miskin sebagai butuh tani. Program Pertanian Tiga Pihak menyisakan kenyataan bahwa pemilik lahan yang berlahan luas semakin kaya dan kamu buruh yang miskin semakin miskin.

Yunus tidak setuju bahwa orang miskin itu pemalas dan tidak punya keahlian. Dia percaya bahwa orang miskin hanya tidak memiliki kesempatan. Yunus seringkali berjalan-jalan mengelilingi desa dan mencoba untuk lebih dekat dengan kaum miskin desa. Suatu kesempatan dia dia terperanjat atas kenyataan seorang perempuan desa meminjam 5 taka (22 sen dolar) untuk membeli bahan baku membuat bangku dari anyaman bambu dan harus menjualnya kepada rentenir seharga 5 taka 50 poysha. Keuntungannya hanya 50 poysha dan itu setara 2 sen dollar! (coba kita renungi kawan, ini sama halnya menjadikan perempuan itu sebagai budak! Di antara kita pasti tak ada yang merasa kesusahan hanya karena ketiadaan uang senilai 22 sen dollar).

Kemudian Yunus membuat daftar para korban rentenir. Jumlahnya 42 orang dengan total pinjaman 27 dollar dan dikeluarkannya dari kantungnya sendiri untuk membayar 27 dollar ini kepada rentenir. Orang-orang yang dibantu hanya dengan 27 dollar sangat gembira. Dari sinilah lahir ide untuk membuat suatu bank untuk kaum miskin; Bank Grameen (Grameen artinya pedesaan).

Yunus kemudian membicarakan mengenai kredit untuk kaum miskin kepada manajer bank di samping universitas. Usulnya tidak disetujui karena kaum miskin dianggap tidak layak menerima kredit, bahkan keuntungannya pun tidak mampu menutupi biaya administrasi. Yunus mengajukan diri sebagai penjamin kredit. Usulnya disetujui. Suatu hal yang menggembirakan, orang-orang miskin itu membayar pinjamannya tepat waktu. Bagi kaum miskin, kredit itulah menjadi kesempatan untuk mengubah keadaan, dan tidak membayar pinjaman sama halnya untuk tidak mendapat pinjaman selanjutnya. Inilah letak jaminan yang sesungguhnya.

Tahun 1983, Bank Gramenn berhasil berdiri. Penggeraknya adalah mahasiswa-mahasiswi Yunus yang sejak awal telah menjadi sukarelawan. Bagi para mahasiswa-mahasiswi tersebut, menjadi pegawai Bank Grameen adalah menjadi petualang, mereka menjadi biasa jalan berkilo-kilo meter untuk menemui nasabah dan berusaha meyakinkan kaum miskin, khususnya perempuan, untuk meminjam uang dengan bunga yang amat kecil sebagai modal kerja; suatu hal yang sangat baru bagi perempuan Bangladesh saat itu.

 Banyak tantangan yang dilalui sejak Grameen berdiri. Banjir besar yang melanda 1981, 1985, 1987, dan terutama 1988 yang menimbulkan korban 150 ribu jiwa, juga bencana tornado yang melanda distrik Manikganj 1989. Bencana-bencana ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri para peminjam. Untuk itu, para pegawai bank segera manjadi sukarelawan, menyelamatkan orang sebanyak mungkin, menyiapkan tempat perlingdungan, obat, dan makanan. Menyiapkan bibit cadangan untuk ditanam, uang tunai untuk membeli ternak baru dan bentuk pinjaman bencana lainnya.

Pro-kontra mewarnai perkembangan Bank Grameen. Kaum Kiri menuduh Yunus bahwa Grameen konspirasi Amerika untuk menanamkan kapitalisme di antara kaum miskin dan bahwa tujuan riil Grameen adalah menghancurkan setiap harapan bagi sebuah evolusi dengan menghilangkan keputusasaan dan kemaraah kaum melarat. Di Sisi Kanan, ulama konservatif menyatakan bahawa Grameen menghancurkan budaya dan agama.

Hingga pada akhirnya Pemenang Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus akhirnya mengundurkan diri dari Grameen Bank, sepekan setelah Mahkamah Agung menolak gugatannya. Yunus akan mundur dari jabatannya sebagai Managing Director Grameen Bank, dan digantikan oleh wakilnya, Nurjahan Begum.

"Saya mengambil langkah ini tanpa prasangka pada masalah hukum yang diangkat sebelum Mahkamah Agung dan untuk mencegah gangguan yang tak semestinya di Grameen Bank," ujar Yunus dalam rilisnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (13/5/2011).

Yunus, 70 tahun, dicopot oleh Bank Sentral Bangladesh dari jabatannya sebagai pemimpin bank yang fokus pada kredit mikro tersebut pada 2 Maret karena dinilai melebihi usia pensiun 60 tahun. Tapi dia melawan perintah itu dengan mengajukan gugatan yang kemudian ditolak oleh Mahkamah Agung pada 5 Mei.

Pencopotan Yunus merupakan puncak pertikaian dengan pemerintah yang dipimpin Liga Awami. Dia pecah dengan PM Sheikh Hasina di 2007 ketika berusaha membentuk partai baru.

Pemerintah Bangladesh memiliki 25% saham di Grameen yang merintis konsep kredit usaha kecil ke kalangan orang miskin yang kemudian ditiru di seluruh dunia.

Pria yang dianggap sebagai perintis kredit mikro ini berharap pengunduran dirinya akan tidak akan menimbulkan kesulitan bagi kolega dan 8 juta nasabahnya serta pemilik bank.

Pemerintah Bangladesh kini sedang mempelajari sejumlah rekomendasi dari badan investigasi untuk secara radikal merestrukturisasi Grameen Bank dan perusahaan 'saudaranya', termasuk merombak jajaran dewan di Grameen Bank.

"Saya berharap Grameen Bank akan terus beroperasi untuk menjaga independensi dan karakter dan bergerak ke depan meski mendapatkan kesuksesan yang lebih besar," ujar Yunus.

Apapun kontroversi itu, tahun 2006, Grameen telah mengucurkan pinjaman kredit ke hampir 7 juta orang miskin di 73.000 desa Bangladesh, 97 persen adalah kaum perempuan. Grameen memberikan kredit bebas agunan untuk mata pencaharian, perumahan, sekolah, dana pensiun, asuransi, dan usaha mikro untuk keluarga-keluarga miskin. Sejak diperkenalkan 1984, KPR telah dipakai untuk membangun 640.000 rumah. Secara kumulatif, kredit yang diberikan mencapai angka 6 milyar dollar. Tingkat pengembalian 99 persen. Dan yang lebih membanggakan, Grameen sejak 1995 telah mandiri secara finasial dan tidak lagi mengandalkan donor.

Yunus juga menitik beratkan pada pendidikan, dengan 30.000 beasiswa tiap tahunnya. Terdapat kredit perkuliahan dengan 13.000 mahasiswa yang telah menerima kredit tersebut. Beberapa di antaranya telah bergelar Ph.D dan banyak lagi yang menapaki jenjang pendidikan tinggi; menjadi dokter, insinyur, dosen dan profesi-profesi lain.

Grameen telah melampui kredit mikro, Grameen telah mengembangkan sayap ke bidang-bidang lain. Fisheries Foundation yang nir-laba di bidang perikanan, Grameen Uddog (juga nirlaba) sebagai penghubung penenun tradisional terhadap pasar ekspor, kemudian operator telekomunikasi: GrameenPhone (yang untuk mencari laba. Hasil patungan Telenor Norwegia dan Grameen Telecom) dan Grameen Telecom (nir-laba). Yang menarik adalah Grameen Telecom yang membeli airtime dari GrameenPhone, di mana ibu-ibu di desa menjadi ”ibu-ibu ponsel” (telephone lady) dengan menjual jasa yang namanya ”telpon desa berbayar”, hingga menghubungkan desa ke dunia luar dan memenuhi kebutuhan IT bagi penduduk desa.

Yunus dan Grameen Bank bukanlah pilihan yang salah untuk diberikan Hadiah Nobel Perdamaian. Terlepas dari pro-kontra metodenya, Yunus dan Grameen telah membuktikan andil mereka dalam memberantas kemiskinan dan membuka mata seluruh dunia bahwa kemiskinan bukan mustahil untuk dilawan. Kapan giliran orang Indonesia?

Sumber: Bank Kaum Miskin: Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan, 2007,

Kamis, 24 November 2011

Pengantar Keuangan Perusahaan

by: Asri Wulandari

A.      Manajemen Keuangan Perusahaan
Yaitu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen Keuangan yang meliputi penggunaan dana &memperoleh dana melalui keputusan investasi, keputusan deviden dan keputusan financial agar nilai perusahaan meningkat.
Lingkup manajemen Keuangan mencakup 3 hal utama yaitu ;
¨       Keputusan Keuangan ( Financial Decision)
adalah fungsi seorang manajer keuangan dalam menentukan Struktur Modal(capital )dalam perusahaan
¨       Keputusan Investasi(Investment Decision)
adalah fungsi seorang manajer keuangan dalam menentukan jml, jangka wkt dan jenis investasi yang sebaiknya dilakukan perusahaan
¨       Keputusan Devident (Deviden Decision)
 adalah fungsi seorang manajer keuangan dalam menentukan jenis dan jumlah devident yang hrs dibayarkan kpd Pemrgang saham.         

B.      Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah suatu proses yang mencakup perencanaan menghimpun dana (mencari dana) dan mengalokasikan dana guna memberikan konstribusi semaksimal mungkin bagi tercapainya tujuan perusahaan secara efisian dan efektif.

C.      Tujuan Perusahaan
Dalam persektif manajemen Keuangan bukan memaksimalkan laba melainkan memaksimalkan kekayaan pemegang saham(stakeholder) atau memaksimalkan nilai perusahaan(value of the firm)
Alasannya:
Laba tidak menunjukan arus kas, sedangkan pengambilan keputusan didasarkan atas arus kas, Keputusan Keuangan dinilai benar bila keputasan itu meningkatkan arus kas bersih yang di terima perusahaan di masa yang akan datang.  Laba disajikan dalam rugi laba. Laba tidak mempertimbangkan Waktu dan Resiko.


D.      Arus/aliran Keuangan

 
Perusahaan mengeluarkan surat beharga utk memperoleh kas (1), Kas tersebut digunakan utk membeli aktiva guna operasional perusahaan (2), apabila perusahaan berhasil ,aktiva tersebut akan menghasilkan kas dan kas tersebut utk  dapat diinvestasikan kembali (4), atau kas tersebut dikembalikan  pada investor yang semula membeli surat beharga yang semula dikeluarkan perusahaan (5)
Panah  (2) , menggunakan kas utk diinvestasikan yang disebut investment decision .     Panah ( 1 ),sebagai keputusan pembelanjaan( financing decision), Panah ( 4 & 5  ),sebagai deviden policy, yaitu apakah dana yang diperoleh perusahaan dikembalikan pd pemegang saham atau ditahan ataukah diinvestasikan kembali ( 4)             
 
E.       Sektor Keuangan dalam Perekonomian
¨       Pasar Uang  ( Money Market)
Adalah transaksi aset Keuangan yang jatuh temponya  kurang dari 1 tahun, seperti pembelian dan penjualan obligasi  pemerintah, sertifikat deposito dan commercial paper.
Pelaku pasar Uang  adalah Bank komersial utk menentukan cadangan minimal yang ditentukan oleh BI
¨       Pasar Modal (  Capital Market)
adalah transaksi aset Keuangan yang jatuh temponya  kurang dari 1 tahun, seperti saham biasa, saham preferen, dan obligasi.
saham biasa adalah bukti penyertaan modal dalam perusahaan. (mengharapkan deviden dan keuntungan penjualan saham/ capital again.
Saham preferen adalah bentuk khusus dari kepemilikan saham (pembayaran deviden didahulukan dari pemegang saham biasa.

F.       Lembaga Keuangan
Ada 2 macam Lembaga Keuangan:
¨       Lembaga Keuangan Bank  : Bank Umum, Bank Komersial
¨       Lembaga Keuangan non Bank: Perusahaan Asuransi, dana pensiun, dana investasi

G.     Macam Instrumen Keuangan              
¨       Pembiayaan jangka pendek ; dari Bank komercial dan supplier
¨       Pembiayaan jangka Panjang ; Hutang dijamin dengan aktiva tetap(hipotek) dan hutang yang tidak dijaminkan(debitur)

H.     Dampak Manajemen Keuangan terhp Inflasi
¨       Investasi naik, biaya modal naik
¨       Harga cendrung naik, sulit dalam perencanaan
¨       Bunga naik, permintaan terhadap modal turun
¨       Permintaan obligasi turun,karena inflasi naik maka harga obligasi turun.

I.        Biaya Keagenan (Agency cost)
Timbul akibat ketidak selarasan kepentingan antara pemegang saham dan manajer; serta antara pemegang saham dan kreditor.
¨       Biaya keagenan;  Pemegang Saham vs  Manajer
 Pemilik/ pemegang saham mendelegasikan wewenang pengelolaan perusahaan kpd manajer. Pemegang saham memberi mandat (principal) dan manajer adalah pelaksana ( agent).
manajer memiliki sebgn kecil saham ( < 100%),rasa memiliki kurang, shg tidak lagi memaksimalkan kekayaan pemegang saham( harga saham) tapi kepentingan pribadinya. Ketidak selaran ini menimbulkan biaya keagenan.  Pegang saham kini hrs mengeluarkan sejumlah biaya meliputi:
a.       Biaya pemantau kinerja manajer
b.      Biaya penataan struktur organisasi
c.       Biaya oportunitas y/I biaya yang timbul karenaperusahaan tidak dpt memanfaatkan peluang bisnis dengan cepat dan cepat karena tidak ada keselarasan ke 2 pihak,shg ada 3 mekanisme utk mengatasinya:
-        Pemecatan 
-        Pengambil alihan( takeover)
-        Penataan insentif manajer (bonus tahunan,fasilitas mewah,opsi saham/hak membeli saham pd harga yang lebih rendah dan saham bonus.
J.        Biaya Keagenan : Pemegang Saham  vs Kreditor
Sebagai pemegang saham  semestinya konsisten memaximalkan nilai perusahaan,tapi ada kalanya si pemegang saham memilih proyek beresiko tinggi. Bila proyek itu laba,harga saham perusahaan naik shg mendapat hasil lebih besar dari kreditor (sdh tetap),sebaliknya bila rugi harga saham cendrung turun,shg kreditor/peminjaman dana ikut menanggung kerugian.
Untuk mengatasi itu kreditor,membatasi kewenangan pemegang saham dan manajer seperti;
-        syarat2 kredit diperketat,
-        membatasi deviden yang boleh dibagikan,
-        jumlah kas ditetapkan utk disisihkan guna pelunasan utang. Langkah pihak kreditor ini menimbulkan biaya bagi pemegang saham shg akan menurunkan harga saham.
Dengan ada biaya keagenan ini maka semua pihak selalu berusaha memaksimalkan nilai perusahaan, bila satu pihak saja lalai harga saham cenrung turun akibatnya semua pihak menanggung kerugian

K.      Laporan Keuangan dan  Arus Kas
 Hasil akhir /output dari pada sistim akuntansi terdiri atas;
¨       Laporan Neraca
¨       Laporan Rugi/Laba
¨       Laporan Laba Ditahan
¨       Laporan Arus Kas